Tampilkan postingan dengan label Makanan Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan Sehat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2011

Buah dan Sayuran dengan Kandungan Serat Tinggi



Tips Kesehatan - Serat / Fiber adalah Zat yang dibutuhkan tubuh untuk kesehatan pencernaan dan baik juga diet. Serat dapat dengan mudah kita dapatkan dari buah dan sayuran sehari-hari yang kita makan.

berikut ini artikel kesehatan buah dan sayuran dengan kandungan serat yang baik untuk kesehatan.
1. alpukat
Alpukat memiliki 13,2 g serat atau 54% dari RDA.

2. Brokoli
Satu cup brokoli rebus mengandung 5,2 g atau 20% dari RDA.

3. kubis Brussel
Satu cup kubis Brussel dimasak berisi 4 g atau 16% dari RDA.

4. Asparagus
Satu cup asparagus direbus mengandung 3,6 g atau 14% dari RDA.

5. Wortel
Satu cup wortel cincang mengandung 3,6 g atau 14% dari RDA.

6. Bluberi
Satu cup buah bluberi berisi 3,6 g atau 14% dari RDA.

7. Apel
Satu cup apel dipotong-potong mengandung 3 g atau 12% dari RDA.

8. Pisang
Satu buah sedang berisi 3,1 g atau 12% dari RDA.

9. Stroberi
Satu cup stroberi mengandung 2,9 g atau 12% dari RDA.

10. Kubis
Satu cup kubis dimasak mengandung 2,6 g atau 10% dari RDA.

itulah buah dan sayuran yang banyak mengandung serat yang baik untuk kesehatan pencernaan dan untuk diet. Bagi yang merasa memiliki masalh pencernaan ( sembelit ) atau sedang ingin diet sebaik mencoba konsumsi buah dan sayuran ini :). -db-

Senin, 24 Oktober 2011

Khasiat Tempe Untuk Kesehatan

Tips Kesehatan - Khasiat tempe untuk kesehatan tak lagi diragukan. Mulai dari mengatasi disentri, sampai menormalkan kadar kolesterol dalam darah. Kedelai, sebagai bahan utama tempe, adalah rahasia mengapa tempe ampuh mengatasi berbagai penyakit.

Tempe obat disentri?
Keampuhannya telah dibuktikan Van Veen, seorang peneliti dari Belanda, pada penelitiannya yang dilakukan pada awal 1940-an. Penelitian yang dilakukan pada tahanan Perang Dunia II di Penjara daerah Pulau Jawa ini, mengungkapkan bahwa tempe terbukti mampu mengatasi disentri yang dialami para tahanan tersebut.

Beberapa ahli juga berpendapat bahwa masyarakat yang biasa mengkonsumsi tempe, lebih jarang atau tidak mudah terkena serangan penyakit saluran pencernaan.

Sementara penelitian lain menunjukkan, pemberian menu tempe kepada pasien yang mempunyai kadar kolesterol tinggi, dapat menurunkan kadar kolesterolnya ke tingkat yang normal.

Tampaknya hal ini disebabkan asal tempe itu sendiri yang berasal dari kedelai. Lebih jauh, penelitian Lembaga Gizi ASEAN menyimpulkan, tempe dapat digunakan dalam pembuatan bahan makanan campuran untuk menanggulangi masalah kekurangan kalori, protein, dan penyakit diare pada anak balita.

Disebutkan juga, tempe mempunyai khasiat antara lain mempercepat berhentinya diare akut anak, mempercepat hilangnya lekosit darah, dan dapat meningkatkan berat badan serta status gizi. Terapi gizi menggunakan bahan makanan campuran dari tempe diberikan selama diare, setidak-tidaknya sampai tiga bulan pasca diare.

Konsumen tidak perlu khawatir terhadap aflatoxin dari jamur lain (aflatoxin=zat pemicu kanker atau karsinogenik, dihasilkan oleh jamur) pada tempe. Karena jamur yang dipakai untuk membuat tempe dapat menurunkan kadar aflatoxin hingga 70%. Penemuan ini menunjukkan bahwa seandainya ada aflatoxsin pada tempe, yang dibawa oleh bahan mentahnya, kadarnya telah dikurangi oleh adanya jamur tempe.

Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa kedelai lebih sulit tercemar oleh aflatoxin dibanding komoditas pertanian lainnya. Disebutkan bahwa adanya zat, seperti zink pada kedelai, membuat sintesa aflatoxin terhambat. Karenanya, jelas bahwa makanan tempe lebih aman dari ‘gangguan’ aflatoxin.

Kandungan gizi tempe juga mampu bersaing dengan sumber protein yang berasal dari bahan makanan lain, seperti daging, telur dan ikan.

Yang menarik, dengan kalorinya yang relatif rendah, 149 kal per 100 gram, tempe membantu orang yang sedang diet rendah kalori. Dan dengan kandungan karbohidratnya yang 12,7 gram tempe sangat cocok untuk dikonsumsi para penderita diabetes karena tidak mengandung gula.

Beberapa literatur juga menyebutkan, masyarakat yang biasa mengkonsumsi tempe, jarang terkena penyakit saluran pencernaan karena kandungan seratnya (diety fiber) mencapai 7,2 gram per 100 gram. Tempe termasuk bahan makan yang mengandung vitamin B Kompleks, diantaranya vitamin B-12 yang berfungsi untuk pembentukan butir darah merah.

Senin, 17 Oktober 2011

Menu Dessert Sehat Untuk Kesehatan

Artkel Kesehatan - Dessert atau makanan penutup adalah menu yang biasa kita makan setelah makanan utama. Namun dessert adalah menu yang identik dengan rasa yang manis. Oleh karena banyak orang yang menhindari menu dessert yang manis setelah makan, terutama setelah makan malam karena dapat meningkatkan berat badan atau bertambah gemuk atau bagi orang penderita penyakit seperti diabetes atau obesitas. selain k onsumsi gula yang berlebihan juga tidak baik terhadap kesehatan.

Menu dessert dapat tetap kita konsumsi dengan pemilihan menu sehat tetapi tetap enak sebagai pilihan menu setelah makan malam.

Berikut ini tips kesehatan untuk menu dessert sehat.

1. Coba menu dessert buah, seperti salad buah yang pasti lebih sehat dan bernutrisi.

2. Ganti gula yang digunakan dengan gula rendah kalori yang kini sudah banyak dipasaran.

3. Kurangi kadar gula pada makanan dessert anda, bila makanan kurang manis, dapat ditambahkan sirup maple, madu, kayu manis, kurma, dan kismis di dalam hidangan penutup kurang manis. Jika kurang asin, tambahkan sedikit keju.

4. Jika makanan terlalu manis, anda dapat menambahkan jus lemon, yoghurt atau bubuk kopi.

5. Pilihlah minuman rendah gula seperti jus buah segar ( tanpa gula ), jus lemon, minuman jahe, yoghurt.

6. Tempatkan makanan pada suhu yang tepat dan aman. Jangan meninggalkan makanan terkena suhu yang berlebihan selama lebih dari dua jam.

7. Kurangi porsi dessert dan jangan berlebihan.

Dengan pilihan menu dessert yang sehat kita dapat tetap menikmatinya. Siapa bilang makanan manis tidak dapat dikonsumsi bagi orang berpenyakit seperti diabetes da bagi mereka yang takut gemuk. semua dapat dinikmati, selama dalam porsi yang tepat dan tidak berlebihan. -db-

Selasa, 16 Agustus 2011

Tips Agar Anak Menyukai Makanan Sehat

Pada saat sekarang ini banyak makanan siap saji yang mudah dijumpai dan dengan harga murah. Hal ini mempengaruhi kebiasaan makanan sehat dan beralih kemakanan siap saji, terutama pada anak-anak dan hal tersebut dapat menggangu kesehatan anak. Hal ini dapat dilihat pada anak-anak yang lebih menyukai makanan siap saji dibandingkan makanan sehat rumah.

Tidak mudah mengajari anak-anak untuk mulai hidup sehat dan menyukai makanan sehat terutama bagi anak-anak yang gemar mengkonsumsi makanan siap saji. Tapi hal tersebut dapat mulai diajarkan kepada anak. Mulailah kreatif dalam memberikan menu kreatif yang disukai anak-anak, seperti membentuk makanan dengan bentuk yang disukai anak.

berikut ini tips kesehatan makanan sehat untuk anak.

1. Sisipkan Makanan sehat
Jika anak tidak menyukai sayur, anda dapat mesisipkan sayuran pada makanan kesukaan mereka seperti pizza sayur.

2. Namakan sayur dan buah dengan nama yang lucu
Anda dapat menamakan sayuran dan buah dengan nama yang lucu seperti brokoli dinamakan "pohon". Dengan nama yang kucu akan membuat anak tertarik untuk memakannya.

3. Bentuk sayuran yang menarik
Bentuk sayuran yang menarik dapat membuat anak tertarik untuk bermain dan memakannya seperti bentuk wortel menjadi boneka atau orang.

4. Buat rasa makanan sehat lebih enak
banyak anak-anak tidak menyukai sayur karena rasanya yang tidak enak. Anda dapat menambahkan rasa bumbu pada sayuran yang membuatnya terasa lebih enak, dengan rasa yang enak anak pasti akan mau memakannya.

Beberapa tips ini untuk membuat anak menjadi lebih sehat dari makanannya. Dan pastikan itu menyenangkan dan mereka menyukainya. Memang tidak mudah membuat anak menyukai makanan sehat seperti sayuran dan buah, tetapi ini anda melakukannya dengan sedikit kreativitas.

Dengan memberikan makanan yang sehat, anda telah menunjukkan rasa sayang anda terhadap anak untuk kesehatan mereka. -db-