Tampilkan postingan dengan label Tentang Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2011

Gangguan Kesehatan Yang Sering Terjadi Pada Anak-Anak

Gangguan Kesehatan Yang Sering Terjadi Pada Anak-Anak - Pada anak-anak, penyakit yang sering menjadi serius atau parah dalam waktu yang sangat cepat. Suatu penyakit yang memerlukan beberapa hari atau beberapa minggu untuk membuat orang dewasa menderita parah, mungkin dapat membunuh anak-anak hanya dalam beberapa jam saja. Jadi, sangat penting untuk memperhatikan tanda-tanda awal penyakit dan segera menangani anak-anak jika diketahui gejala awal sakit.

Beberapa penyakit umum yang sering menimpa anak-anak diantaranya:


1. Kurang Gizi / Malnutrisi

Banyak anak kekurangan gizi karena mereka tidak mendapatkan cukup makanan. Atau jika mereka hanya mendapatkan makanan yang kurang kandungan gizinya, misalnya makanan dengan banyak air dan serat di dalamnya, seperti ubi kayu, talas akar, atau bubur jagung. Makanan jenis ini hanya membuat anak-anak menjadi kenyang dan tidak memenuhi kebutuhan zat gizi untuk pertumbuhannya. Kadang-kadang pada anak ditemukan kekurangan zat-zat gizi tertentu, seperti kekurangan vitamin A, yodium, dan lain-lain.

Malnutrisi dapat menyebabkan berbagai masalah pada anak, termasuk:


Dalam kasus ringan:

- pertumbuhan lambat
- perut bengkak
- tubuh kurus
- kehilangan nafsu makan
- kehilangan energi
- pucat (anemia)
- luka di sudut-sudut mulut
- sering pilek dan infeksi lainnya
- rabun ayam

Dalam kasus yang lebih serius:

- berat badan tidak bertambah
- pembengkakan kaki (kadang-kadang muka juga)
- bintik hitam, 'memar', atau buka mengupas luka
- rambut menipis atau bahkan rontok
- kurangnya keinginan untuk tertawa atau bermain
- luka dalam mulut
- kecerdasan tidak berkembang
- 'Mata kering' (xeroftalmia)
- kebutaan

Mencegah dan mengobati masalah kekurangan gizi pada anak-anak sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan memberikan makanan bergizi secara cukup, atau cobalah untuk memberinya lebih banyak / sering makan. Selain itu penambahan (fortifikasi) zat-zat nutrisi esensial misalnya zat besi, kalsium, vitamin, protein dll pada makanan juga sangat baik untuk memenuhi kekurangan zat tersebut. Usahakan selalu berpedoman pada pola 4 sehat 5 sempurna dalam memenuhi makan anak-anak.

2. Diare dan Disentri

Diare pada anak dapat ditandai dengan frekwensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak. Bahaya terbesar bagi anak-anak dengan diare adalah dehidrasi, atau kehilangan terlalu banyak cairan dari tubuh. Hal ini akan bertambah bahaya jika disertai muntah-muntah.

Bayi dan balita yang diare membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui tinja dan muntah. Pemberian cairan yang tepat dengan jumlah memadai merupakan modal utama mencegah dehidrasi. Cairan harus diberikan sedikit demi sedikit dengan frekuensi sesering mungkin. Oralit merupakan rumus manjur untuk mengatasi diare pada anak.

Jika anak dalam masa pemberian ASI, lanjutkan pemberian ASI, tetapi juga perlu ditambahkan cairan / minum agar tidak mengalami dehidrasi. Bahaya besar kedua untuk anak-anak yang terkena diare adalah kekurangan gizi. Berikan anak makanan bergizi.

3. Demam
Anak dikatakan demam jika suhu tubuhnya melebihi dari 37,5°C waktu diukur dengan termometer. Pada anak-anak kecil, demam tinggi (lebih dari 39°C) dapat dengan mudah menyebabkan kejang atau kerusakan otak.

Untuk menurunkan demam, dapat dilakukan beberapa hal:

- Kompres dengan air hangat
Si anak dapat dikompres dengan handuk yang dibasahi dengan dibasahi air hangat (30ºC) kemudian dilapkan seluruh badan. Penurunan suhu tubuh terjadi saat air menguap dari permukaan kulit. Oleh karena itu, anak jangan “dibungkus” dengan lap atau handuk basah atau didiamkan dalam air karena penguapan akan terhambat. Tambah kehangatan airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian, perbedaan antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu berbeda. Jika air kompres terlalu dingin akan mengerutkan pembuluh darah anak. Akibatnya, panas tubuh tidak mau keluar. Anak jadi semakin menggigil untuk mempertahankan keseimbangan suhu tubuhnya.

- Berikan obat pereda demam
Perawatan paling efektif untuk demam adalah menggunakan obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen. Terdapat berbagai macam sediaan di pasaran seperti: tablet, drops, sirup, dan suppositoria. Pengobatan ini dapat mengurangi ketidaknyamanan anak dan menurunkan suhu 1 sampai 1,5 ºC. Sedangkan Aspirin tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 18 tahun karena dapat menyebabkan efek samping penyakit serius yang disebut sindrom Reye, meskipun angka kejadian penyakit ini jarang.

- Berikan banyak cairan
Demam pada anak dapat meningkatkan risiko terkena dehidrasi (kekurangan cairan). Tanda dehidrasi paling mudah adalah berkurangnya kencing dan air kencing berwarna lebih gelap daripada biasanya. Maka dari itu, orang tua sebaiknya mendorong anak untuk minum cairan dalam jumlah yang memadai. Anak dengan demam dapat merasa tidak lapar dan sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan. Cairan seperti susu (ASI atau sapi atau formula) dan air harus tetap diberikan atau bahkan lebih sering. Anak yang lebih tua dapat diberikan sup atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bila anak tidak mampu atau tidak mau minum dalam beberapa jam, orang tua sebaiknya diperiksakan ke dokter.

- Istirahat yang cukup

Demam menyebabkan anak lemah dan tidak nyaman. Orang tua sebaiknya mendorong anaknya untuk cukup istirahat. Sebaiknya tidak memaksa anak untuk tidur atau istirahat atau tidur bila anak sudah merasa baikan dan anak dapat kembali ke sekolah atau aktivitas lainnya ketika suhu sudah normal dalam 24 jam.

4. Kejang

Penyebab dari kejang pada anak-anak antara lain demam tinggi, dehidrasi, epilepsi, dan meningitis. Jika anak mengalami demam tinggi, segera redakan agar tidak kejang. Periksa tanda-tanda dehidrasi dan meningitis. Kejang yang datang tiba-tiba tanpa demam atau tanda lainnya mungkin epilepsi, terutama jika anak tampak biasa-biasa saja tanpa menunjukkan ada gejala yang aneh. Kejang yang dimulai pada rahang dan kemudian seluruh tubuh menjadi kaku mungkin akibat tetanus.

Tanda-tanda kejang pada anak, di antaranya:

kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit . bola mata berbalik ke atas.
gigi terkatup
muntah
tak jarang si anak berhenti napas sejenak.
pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air besar/kecil.
pada kasus berat, si kecil kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan menit.

5. Meningitis

Penyakit berbahaya ini bisa datang sebagai komplikasi dari campak, gondok, atau yang lain yang serius penyakit. Anak-anak dari ibu yang memiliki TB mungkin mendapatkan meningitis TBC. Seorang anak yang sangat sakit yang terletak dengan cara kepala miring kembali, yang leher terlalu kaku untuk membungkuk ke depan, dan yang tubuhnya membuat gerakan aneh (kejang) mungkin memiliki meningitis.

Gejala yang khas dan umum ditampakkan oleh penderita meningitis diatas umur 2 tahun adalah demam, sakit kepala dan kekakuan otot leher yang berlangsung berjam-jam atau dirasakan sampai 2 hari. Tanda dan gejala lainnya adalah photophobia (takut/menghindari sorotan cahaya terang), phonophobia (takut/terganggu dengan suara yang keras), mual, muntah, sering tampak kebingungan, kesusahan untuk bangun dari tidur, bahkan tak sadarkan diri.

Pada bayi gejala dan tanda penyakit meningitis mungkin sangatlah sulit diketahui, namun umumnya bayi akan tampak lemah dan pendiam (tidak aktif), gemetaran, muntah dan enggan menyusui.

Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui batuk, bersin, ciuman, sharing makan 1 sendok, pemakaian sikat gigi bersama dan merokok bergantian dalam satu batangnya. Mencuci tangan yang bersih sebelum makan dan setelah ke toilet umum, memegang hewan peliharaan. Menjaga stamina (daya tahan) tubuh dengan makan bergizi dan berolahraga yang teratur adalah sangat baik menghindari berbagai macam penyakit. Pemberian imunisasi vaksin meningitis merupakan tindakan yang tepat terutama di daerah yang diketahui rentan terkena wabah meningitis.

6. Anemia

Tanda-tanda umum pada anak-anak, antara lain:


- pucat, terutama di dalam kelopak mata, gusi, dan kuku
- lemah dan cepat lelah
- tampak seperti malnutrisi
- glositis berat (radang lidah disertai rasa sakit)
- diare dan kehilangan nafsu makan

Penyebabnya antara lain:

- kurang zat besi
- infeksi usus kronis
- cacing tambang
- malaria

Pencegahan dan Pengobatan Anemia Pada Anak:

Makanlah makanan yang kaya zat besi seperti daging dan telur. Kacang, lentil, kacang tanah (kacang tanah), dan gelap hijau sayuran juga memiliki beberapa besi.

Seringkali dijumpai adanya cacing tambang pada anak anemia.
Jika anda mencurigai adanya cacing tambang, periksakan feses anak di laboratorium. Jika ditemukan telur cacing tambang, segera lakukan pengobatan untuk mengusir cacing tambang ini.
Jika perlu, berikan garam besi dengan mulut (ferro sulfat).

Perhatian: Jangan memberikan zat besi dalam bentuk tablet untuk bayi atau anak kecil karena bisa menyebabkan keracunan. Sebaiknya berikanlah zat besi berupa cairan. Atau menghancurkan tablet tersebut menjadi bubuk dan mencampurnya dengan makanan.

Memilih dan Mengisi Tas Punggung Anak Dengan Benar

Ketika anak-anak dan remaja kembali ke sekolah, tiba-tiba saja banyak yang memberitakan bahwa tas sekolah yang mereka gunakan berbahaya untuk kesehatan anak-anak. Apakah tas punggung betul-betul menyakiti anak-anak? Apakah tas punggung akan menyebabkan masalah pada kerusakan tulang punggung dan kesehatan anak? Memang ada beberapa jenis tas tertentu yang akan mempengaruhi tulang punggung anak, tetapi ada cara yang baik untuk memilih tas sekolah bagi anak Anda.

Bagaimana cara memilih tas sekolah untuk anak Anda ?
  • Harga merupakan faktor utama yang dipikirkan banyak orangtua. Tetapi tidak perlu mengeluarkan banyak sekali uang untuk membeli tas anak yang aman bagi anak Anda.
  • Ukuran, pilihlah tas punggung yang pas pada lengkungan punggung anak Anda, jangan membeli tas punggung yang menggantung ke bawah pinggang. Beban yang menggantung jangan lebih dari 4 inci dibawah lingkar pinggang.
  • Tali bahu, pilihlah tas punggung dengan dua tali yang dapat disesuaikan. Tali bahu haruslah turun sekitar 1 hingga 2 inci dari bagian atas bahu.
  • Sabuk pinggang, fungsinya untuk memastikan beban terangkat seperti semestinya.
  • Roda, jika sekolah anak Anda memperbolehkan pemakaian tas dengan roda, pastikan anak Anda menariknya dengan baik tanpa diputar-putar atau di bolak-balik.

Bagaimana mengisi tas punggung anak Anda dengan benar
Penelitian telah menunjukkan bahwa sakit leher atau sakit tulang punggung pada anak-anak kebanyakan disebabkan oleh tas punggung yang salah pemakaian. Sakit karena ketidakseimbangan otot seperti ini dapat menyebabkan masalah postur yang berlangsung lama. Dengan mengikuti langkah di bawah ini diharapkan dapat mengurangi masalah tersebut :
  1. Peraturan 15%, jangan membiarkan anak Anda membawa beban lebih dari 15% dari berat tubuhnya, atau lebih dari 15 pon.
  2. Barang terberat di punggung, pastikan barang yang paling berat berada paling dekat dengan punggung anak Anda.
  3. Buat tetap bersih, keluarkan barang-barang yang tidak diperlukan selain barang untuk sekolah agar mengurangi bebannya.
  4. Gunakan kedua tali bahunya, hal ini untuk menyesuaikan tali dengan baik dan nyaman agar tidak berputar atu membelit ataupun bengkok.
  5. Gunakan tali pinggangnya, kurangi beban pada bahunya dengan mengikatkan tali pinggangnya.
  6. Luruskan tas punggungnya, pastikan tas punggungnya berada pada bagian tengah punggung, dan jangan biarkan tasnya berada di bawah garis pinggang.
  7. Gunakan roda terutama jika membawa beban yang sangat berat.

Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak

Tips Kesehatan - Perawatan dan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sebaiknya dimulai sejak dini, dan masa kanak-kanak adalah waktu yang tepat untuk itu. Orang tua memegang peranan penting disini karena orang tua secara langsung setiap hari berinteraksi dengan anak dan bertanggung jawab penuh terhadap kesehatan anak, khususnya kesehatan gigi

Berikut tips dan hal yang patut menjadi perhatian para orang tua :
  • Berikan asupan kalsium yang cukup agar gigi anak anda kuat. Jumlah asupan kalsium yang direkomendasikan untuk anak usia 4-8 tahun adalah sebanyak 800mg. Susu adalah sumber kalsium yang cukup baik untuk anak.
  • Hindari memberikan minuman gula dalam botol (susu botol) kepada bayi atau anak anda. Mengapa? karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan (karies/lubang) gigi, terutama karies di bagian gigi depan anak anda. Jenis kerusakan gigi ini sangat cepat perkembangannya.
  • Sikatlah gigi anak anda, jika mereka belum mampu menyikat gigi mereka sendiri. Lalu ajarlah mereka menyikat gigi, hingga mereka dapat melakukannya sendiri. Awasi, cara mereka menyikat gigi, apakah sudah tepat atau belum.
Sedikit Tips Kesehatan Tentang Menjaga Kesehatan Gigi Anak semoga bermanfaat.. ^_^

Selasa, 25 Oktober 2011

Kesalahan Mitos Tentang Kesehatan Anak

Tips Kesehatan - Sering kita mendengar, bahkan mempraktekkan mitos-mitos tertentu yang terkait dengan kesehatan anak. Mitos yang diwariskan turun temurun oleh nenek-kakek dan ayah-ibu kita, padahal kita sendiri tidak tahu kebenarannya. Yuk sama-sama kita kupas benar tidaknya mitos tersebut dan logika dibaliknya.
  • Kompres dengan alkohol saat anak demam. Katanya mengompres dengan alkohol pada anak yang sedang demam tinggi akan menurunkan suhu tubuh. Salah lho, Bun! Alkohol yang sering digunakan untuk kepentingan medis berkadar 70% dan sangat toksik karena mudah sekali diserap oleh kulit. Secara fisis, alkohol memang terasa dingin, namun tidak mempengaruhi suhu tubuh secara internal. Kalau kompres alkohol dilakukan, sama saja seperti kita memberi anak minum alkohol karena efek samping yang timbul sama. Kompres yang benar adalah dengan air hangat, diusapkan ke seluruh tubuh dengan kain lembut selama beberapa menit.
  • Membalur anak dengan bawang merah saat demam . Ini resep warisan dari jaman baheula nih. Ya benar sih bawang merah bersifat melebarkan pembuluh darah, sehingga mengurangi suhu tubuh. Sayangnya bawang merah bersifat iritatif bagi kulit sehingga pada beberapa anak akan timbul kelainan di kulit seperti luka bakar ringan. Bau bawang yang menusuk juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada anak, padahal pada anak yang demam rasa nyaman sangat membantu. Jadi hati-hati ya memberikan kompres balur bawang.
  • Tumbuh gigi disertai demam. Pada beberapa anak terkadang didapatkan demam dengan derajat rendah (<38 0 C) saat sedang tumbuh gigi, terutama apabila gusi sedang bengkak. Namun tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa anak tumbuh gigi selalu demam. Kejadian demam yang bersamaan dengan kejadian tumbuh gigi harus dicari penyebab lainnya, apalagi bila suhunya >38,5 C.
  • Kopi dapat mencegah/mengobati kejang demam. Ada yang menyarankan saat anak sedang kejang, diberikan minum kopi/kopi bubuk. Wah, ya tidak benar dong! Jangan sekali-kali memasukkan apapun ke mulut anak yang sedang kejang, termasuk kopi. Salah-salah nanti malah tersedak dan masuk ke saluran nafas, anaknya justru berhenti bernafas. Tidak ada manfaat apapun dari kopi dalam mencegah/mengobati kejang demam. Anak dapat kejang saat demam karena adanya gangguan hantaran listrik di otak sehingga menimbulkan bangkitan kejang dan risikonya meningkat apabila terdapat riwayat kejang pada orangtuanya atau sudah memiliki kelainan neurologis tertentu. Pemberian minum kopi setiap hari juga tidak berpengaruh dalam rangka pencegahan pada anak yang sudah memiliki riwayat kejang. Kafein pada kopi bahkan lebih banyak bersifat mudharat daripada manfaatnya. Si anak bisa gelisah, tremor dan hiperaktif. Kafein juga dapat menyebabkan asam lambung meningkat sehingga si anak mengeluh sakit perut.
  • Batuk pada anak biasanya TBC paru. Tidak secara umum! Batuk pada anak justru lebih sering karena alergi atau infeksi virus di saluran nafas, berbeda dengan orang dewasa yang memang manifestasi utama infeksi TBC paru adalah batuk. Hanya pada kasus-kasus tertentu saja batuk pada anak yang terkait TBC. Infeksi TBC pada anak lebih sulit ditegakkan diagnosisnya karena gejala yang timbul dapat menyerupai banyak penyakit. Sehingga terkadang membutuhkan lebih banyak pemeriksaan penunjang dibanding orang dewasa.
  • Minum susu membuat anak menjadi cerdas. Wah ini sih bisa-bisanya yang bikin iklan supaya jualannya laris hehehe. Seorang anak menjadi pintar dipengaruhi banyak faktor, seperti genetik, stimulasi lingkungan dan nutrisi. Peranan susu ada di faktor nutrisi. Nutrisi yang baik akan memperbaiki sambungan-sambungan saraf (sinaps) di otak sehingga rangsang yang didapat dari lingkungan akan diterima dengan baik oleh anak. Anak yang minum susu yang paling mahal dan paling lengkap kandungannya tapi stimulasi tidak dilakukan oleh lingkungan keluarganya ya tetap saja ngga pintar
  • Anak tidak nafsu makan, kasih vitamin saja.Sering kan Bunda berpikir begini? Memberikan multivitamin dianggap akan membantu nafsu makan si anak kembali. Padahal banyak faktor yang menyebabkan anak tidak nafsu makan (sudah diposting sebelumnya, ya). Logika kita sebagai orangtua harus dibalik nih, Bun. Pada anak yang sulit makan atau picky eater, mungkin saja akan kekurangan vitamin/mikronutrien tertentu karena asupan makanannya terbatas. Nah kekurangan inilah yang diisi dengan vitamin buatan pabrik itu. Tapi jangan menganggap vitamin sebagai jawaban dari semua kasus susah makan, ya, tetap harus dicari tahu penyebabnya
  • Anak gemuk itu lucu dan sehat. Kita masih sering berpikir seperti itu kan, Bun? Pasti senang kan melihat anak kecil gemuk dan pipinya tembem. Lucu dan bikin gemas! Yuk diubah pikiran itu. Anak yang gemuk dan cenderung obese seperti bom waktu, membawa sejumlah penyakit yang akan terbuka satu demi satu saat usianya menjelang dewasa. Penelitian telah banyak membuktikan bahwa orang dewasa muda yang di masa kanak-kanaknya mengalami kegemukan, akan memiliki peningkatan risiko mengalami gangguan kardiovaskuler (serangan jantung, stroke, hipertensi) lebih awal. Akibatnya akan terjadi ledakan generasi muda yang tidak produktif karena sakit-sakitan. Anak yang gemuk menjelang remaja juga rawan mengalami depresi sehingga mereka menjadi orang dewasa yang rendah diri. Jadi tidak usah bernafsu membuat anak menjadi gemuk. Sepanjang status gizinya ideal, anak Bunda akan baik-baik saja.
  • Gigi susu tidak usah dirawat, nanti kan diganti gigi tetap. Lho?? Jelas salah dong, Bun! Gigi susu pun perlu dirawat seperti gigi tetap. Proses makan, mengunyah dan berbicara melibatkan fungsi gigi. Sehingga gigi yang sehat diperlukan. Bayangkan kalau gigi gigis semua, bagaimana si anak bisa makan dengan baik? Jadi upayakan membiasakan anak menyikat giginya sejak gigi pertamanya tumbuh. Apabila gigi anak ada yang berlubang, sebaiknya tetap dibawa ke dokter gigi untuk tata laksana lebih lanjut
  • Bayi kuning gara-gara tidak dijemur. “Ini gara-gara ngga ada matahari, makanya bayi saya jadi kuning!”. Ah masa sih, Bun? Bayi bisa kuning karena ada pemecahan sel darah merah yang berlebihan. Sebanyak 60-70% bayi normal mengalami kuning pada satu minggu pertama. Sebagian membutuhkan terapi sinar dan yang lainnya tidak. Kuning yang tidak normal bila terjadi dalam 24 jam pertama kehidupan. Kuning yang berlangsung lebih dari 2 minggu membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Dasar penjemuran dengan sinar matahari adalah karena memiliki panjang gelombang yang dapat memecah bilirubin (zat penyebab kuning) menjadi bahan yang larut air sehingga kadar kuning menjadi turun. Penjemuran bayi dan efeknya terhadap kuning masih menjadi kontroversi. Bagi yang kontra menyatakan bahwa kita tidak pernah tahu berapa paparan panjang gelombang yang dipancarkan matahari setiap hari, sehingga efek terhadap pemecahan bilirubin bermakna. Boleh saja menjemur bayi, namun lebih untuk kepentingan penyerapan vitamin D. Bila akan dijemur, sebaiknya dilakukan pada sekitar jam 7-8 pagi saat radiasi matahari belum terlalu tinggi, selama 10-15 menit. Perhatikan kondisi si bayi jangan sampai kedinginan atau sebaliknya, kepanasan karena bisa menimbulkan luka bakar dan kurang cairan. Apabila bayi Bunda kuning, tetap memerlukan evaluasi dari seorang dokter.
  • Biar nggak kembung dan bodong, pakai gurita. Bayi bernafas dengan bantuan otot-otot di daerah perut. Apabila bayi menggunakan gurita, tentunya terganggu proses pernafasannya. Jadi disarankan tidak menggunakan gurita pada bayi. Takut bodong? Pusar yang bodong terjadi karena kondisi hernia dan tidak semua anak mengalami hernia kan? Sedangkan kembung terjadi karena udara tertelan masuk lambung saat menyusu, karena itu menyendawakan bayi setelah minum sangat membantu mencegah kembung.
Masih banyak sebenarnya mitos-mitos lain yang beredar di masyarakat terkait kesehatan dan tumbuh kembang anak. Kita selaku orang tua layak menimbang dengan seksama dengan logika yang rasional sebelum mempraktikkan mitos-mitos yang ada agar tidak merugikan anak kita.

Gangguan Kesehatan Jika Anak Kurang Tidur

Gangguan Kesehatan Jika Anak Kurang Tidur - Tips Kesehatan Kesehatan Ibu Dan Anak yang memiliki waktu tidur kurang, bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatannya, Menurut Penelitian dari Selandia Baru menemukan setiap waktu tidur anak-anak berkurang satu jam, berisiko menambah berat badan 0,7 kilogram.

Anak usia sekolah membutuhkan tidur setidaknya 10-12 jam per hari. Beberapa hal bisa membuat anak menjadi kurang tidur seperti terlalu banyak kegiatan, menonton televisi, bermain video atau komputer.

Jika si kecil memiliki waktu tidur yang kurang maka akan berdampak terhadap beberapa hal seperti dikutip dari Lifemojo, Selasa (28/6/2011) yaitu:

Kurang konsentrasi
Kurang tidur bisa membuat anak menjadi lelah sehingga tidak fokus atau konsentrasinya berkurang. Kondisi ini akan membuatnya sulit menerima informasi dari luar

Mudah marah
Hal ini menyebabkan anak mudah iriatsi atau mudah marah, perilaku hiperaktif sehingga kadang bisa membuat orangtua atau pengasuhnya kesal.

Menurunnya nilai IQ
Para peneliti dari University of Virginia menemukan anak yang kurang tidur dapat mengganggu perkembangan IQ dan kognitifnya, sehingga ia memiliki nilai yang lebih rendah di sekolah dan sulit membangun hubungan yang baik dengan teman sebaya. Para ahli berpendapat semakin cepat anak tidur setelah belajar maka kemampuan mengingatnya semakin besar.

Masalah emosional
Kurang tidur bisa meningkatkan kadar hormon setrs kortisol, sehingga memungkinkan ia mengalami masalah yang berkaitan dengan depresi dan kecemasan. Hal ini bisa membuat anak mudah sedih, marah, kelelahan, mual dan khawatir sepanjang waktu.

Masalah dengan berat badan
Studi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menemukan anak yang kurang tidur berisiko mengalami obesitas yaitu sekitar 92 persen. Peneliti menuturkan untuk setiap 1 jam tambahan tidur yang didapat anak bisa menurunkan risiko sebesar 9 persen.

Berisiko diabetes
Kurang tidur akan mempengaruhi penyerapan glukosa, setiap kekurangan waktu tidur sebanyak 2 jam dalam 1 minggu berkaitan dengan peningkatan kadar pro inflammatory cytokins dan low grade inflammation yang dapat mempengaruhi resistensi insulin sehingga meningkatkan risiko diabetes.

Berpotensi ADHD (hiperaktif)
Studi yang dilakukan oleh University of Michigan dan diterbitkan oleh Pediatrics Magazine menemukan gangguan tidur pada anak seperti sleep apnea, mendengkur, sering terbangun di malam hari atau gelisah bisa memberikan kontribusi terhadap kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

7 Manfaat Kesehatan dari Punya Anak


Memiliki anak merupakan harapan bagi pasangan yang menikah. Selain melengkapi kehidupan rumah tangga, punya anak ternyata memiliki manfaat kesehatan yang belum banyak orang tahu. Apa saja?

Tak hanya membuat rumah ramai, kehadiran anak ternyata juga memiliki manfaat kesehatan. Berikut 7 manfaat kesehatan dengan memiliki anak, seperti dilansir Foxnews, Selasa (9/8/2011):

1. Punya anak dapat menurunkan tekanan darah
Sebuah studi terbaru yang dilakukan di Brigham Young University menemukan bahwa menjadi orangtua benar-benar dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda. Peneliti mempelajari 200 pria dan wanita menikah untuk monitor tekanan darah selama 24 jam dan menemukan bahwa pasangan yang memiliki anak secara signifikan memiliki tekanan darah lebih rendah dibandingkan mereka yang tanpa keturunan.

2. Anak membuat Anda tetap waras
Berlawanan dengan kepercayaan populer, anak-anak tidak selalu membuat orangtua gila. Bahkan, peneliti di Taiwan’s Mental Health Foundation mengklaim bahwa anak-anak bisa membuat orangtua tetap secara mental.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki anak lebih bahagia, memiliki kepuasan yang lebih besar dan kesejahteraan emosional daripada yang tanpa anak," kata Tom Yang, peneliti utama studi tersebut.

3. Anak membuat Anda lebih aktif bergerak
Anak-anak terlibat dalam jenis kegiatan aktif dan menyehatkan sepanjang hari. Dengan bergabung dengan mereka, maka Anda juga akan ikut aktif bergerak dan membakar kalori.

4. Anak membuat Anda lebih bahagia
Sebuah studi yang dilakukan oleh Max Planck Institute for Demographic Research menemukan korelasi langsung antara anak dan kebahagiaan bagi orang tua di atas usia 40 tahun. "Anak-anak mungkin menjadi investasi jangka panjang dalam kebahagiaan," kata Mikko Myrskyla, penulis penelitian.

5. Anak membuat Anda punya banyak pengetahuan
Siapapun yang memiliki anak pasti tahu kata favorit yang dipertanyakan anak, yaitu 'mengapa?'. Anak-anak selalu ingin tahu banyak hal dan tentunya ini akan membuat Anda harus membaca banyak buku untuk memberikan jawaban terbaik untuknya.

6. Anak membuat Anda lebih seksi
Setiap ayah akan diberitahu bahwa tidak ada cara yang lebih baik untuk menarik perhatian lawan jenis dibandingkan dengan berjalan melalui taman dengan bayi yang menggemaskan. Kebanyakan wanita menanggapi lebih besar ayah yang berdedikasi dan memiliki kedewasaan dengan menggendong bayi dipinggangnya.

7. Anak meningkatkan harga diri
Siapapun yang memiliki anak tahu kepuasan yang didapatkan dari pernyataan positif yang dapat meningkatkan harga diri. Misalnya 'ibu terbaik di dunia' dan 'ayah terbaik di dunia'.

Kenapa Anak-Anak Suka Mengompol


Kenapa Anak-Anak Suka Mengompol - Tips Kesehatan Ngompol secara medis dikenal dengan sebutan enuresis. Umumnya, enuresis terjadi pada anak-anak, tetapi bisa juga terjadi pada orang dewasa. Hanya saja, pada orang dewasa lebih lazim disebut urinary incontinence.

Pada anak-anak, mengompol adalah bagian dari pertumbuhannya. Anak sedang berlatih untuk mengontrol kandung kencing serta otot-otot serta saraf-saraf kencing.

Mengompol sering terjadi pada masa "tatur" dimana anak sedang belajar untuk kencing di toilet. Bahkan mengompol baru dianggap sebagai suatu masalah jika terjadi setelah usia 7 tahun.

Ada dua jenis enuresis pada anak, primer dan sekunder. Primer jika anak memang masih terus mengompol sekurangnya dua kali seminggu. Termasuk sekunder, jika sempat terdapat periode "kering" sekurangnya enam bulan hingga mengompol kembali.

Penyebab Mengompol
Keterlambatan proses pematangan, di mana kemampuan untuk mengontrol kandung kencing belum matang sempurna merupakan salah satu penyebab mengompol.

Anak mengompol bisa juga disebabkan karena ia tak terbangun saat kandung kencing sudah penuh. Ini bisa berkaitan dengan gangguan tidur seperti sleep apnea (mendengkur) atau gangguan-gangguan tidur lain yang menyebabkan proses tidur terpotong-potong.

Mengompol juga keturunan lho! Pada orang tua yang keduanya punya riwayat mengompol, angka kejadian mengompol pada anak 74 persen. Sedangkan pada orang tua yang salah satunya saja yang mengompol di waktu kecil, angka kejadiannya adalah 44%. Bandingkan pada orang tua yang keduanya tak mengompol, kejadiannya hanya 15%.

Enuresis juga lebih sering dialami oleh anak dengan ADHD atau anak-anak dengan keterlambatan perkembangan. Pada beberapa kasus yang jarang, ditemukan juga mengompol yang disebabkan oleh rendahnya kadar vasopresin.

Vasopresin adalah hormon anti-diuretik yang artinya berefek menekan produksi kencing. Dengan rendahnya vasopresin, produksi urine bisa dipastikan jadi
berlebihan.

Enuresis sekunder bisa menjadi gejala dari adanya penyakit. Misalkan diabetes, infeksi saluran kencing, gangguan sistem saraf, tekanan psikologis atau mendengkur.

Jika anak mengompol Pahami bahwa ini terjadi diluar kehendaknya. Tak ada gunanya menghukum anak Anda. Biasanya mengompol terjadi pada 2 jam awal tidur. Cara terbaik mencegahnya adalah dengan membiasakannya untuk kencing terlebih dahulu sebelum tidur.

Pengaturan asupan cairan juga penting. Biasakan untuk minum lebih banyak di siang hari, dan mulai kurangi cairan sebelum tidur.

Tips Mengurangi Mengompol Pada Anak
  1. Buat rutinitas ke kamar mandi sebelum tidur. Sertakan ritual sikat gigi, mencuci muka dan dilanjutkan dengan kencing terlebih dahulu.
  2. Jika tahu jadwal mengompolnya, bangunkan putra/putri Anda untuk kencing. Beri dia penghargaan untuk setiap malam ia tidak mengompol!
  3. Dorong dia untuk menjadi anak "besar" dan tidak perlu menggunakan pampers lagi.
  4. Batasi minuman sebelum tidur.
  5. Penting juga bagi orang tua untuk bersabar dan lebih memberi perhatian pada anak.
  6. Jangan bicarakan tentang kebiasaanya membuat "peta" di ranjang kepada orang lain. Ini bisa membuatnya berkecil hati dan minder. Orang tua juga sebaiknya memperhatikan gejala-gejala lain yang mungkin berhubungan, mendengkur misalnya.
  7. Anak yang mendengkur kemungkinan mengalami sleep apnea atau henti nafas saat tidur. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa 8%-47% anak dengan sleep apnea juga mengompol. Di duga mendengkur akan menyebabkan reaksi berantai yang menyebabkan terganggunya sekresi hormon vasopresin. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa 55%-77% kasus mengompol akan hilang setelah sleep apnea-nya dirawat.
Sumber : http://m.kompas.com/health/read/2011/10/22/15095211/Mengenal.Penyebab.Mengompol