Tampilkan postingan dengan label demam berdarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label demam berdarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Maret 2008

Ekstrak Daun Jambu Biji Sembuhkan Demam Berdarah

Sumber: Cyber Kompas, Kamis, 11 Maret 2004,
(http://www.kompas.com/kompas-cetak/0403/11/humaniora/906798.htm)

DAUN jambu biji tua ternyata mengandung berbagai macam komponen yang berkhasiat untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat aktivitas enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus berinti RNA.

Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang sejak 2003 meneliti ekstrak daun jambu biji untuk pengobatan DBD. Pada tahap awal penelitian dimulai dengan pengujian preklinik. Hasil penelitian dipaparkan oleh Kepala Badan POM Drs Sampurno MBA di Jakarta, Rabu (10/3).

Ide penelitian berasal dari Badan POM dan mereka menunjuk Dr Drs Suprapto Ma'at MS. apoteker dari Patologi FK Unair untuk meneliti daun jambu biji.

Seperti diketahui, DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan angka kematian dan kesakitan yang cukup tinggi. Sampai saat ini pengobatan DBD masih bersifat suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah kapiler.

Pada tahap awal dilakukan penelitian preklinik di FK Unair yang menggunakan hewan model mencit dengan pemberian oral ekstrak daun jambu biji terbukti dapat menurunkan permeabilitas pembuluh darah. Pada penelitian tersebut dilaporkan juga bahwa ekstrak daun jambu biji terbukti dapat meningkatkan jumlah sel hemopoetik terutama megakriosit pada preparat dan kultur sumsum tulang mencit. Pada uji keamanan (toksisitas) ekstrak daun jambu biji termasuk zat yang praktis tidak toksik.

Hambat virus dengue

Daun jambu biji memang mengandung berbagai macam komponen. Berkaitan dengan itu telah dilakukan uji invitro ekstrak daun jambu biji di mana ekstrak tersebut terbukti dapat menghambat pertumbuhan virus dengue. Kelak setelah dilakukan penelitian lebih lanjut diharapkan ekstrak daun jambu biji dapat digunakan sebagai obat anti virus dengue.

Juga telah dilakukan uji awal berupa penelitian open label di beberapa rumah sakit di Jawa Timur (RS Jombang dan RS Petrokimia Gresik) pada penderita DBD dewasa dan anak-anak.

"Hasil penelitian dibagi-bagikan ke RS Jombang dalam bentuk 30 kapsul dan 30 sirup, lalu RS Petrokimia Gresik 20 kapsul dan 20 sirup. Ada yang sukarela mau mencoba," kata Suprapto.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun jambu biji dapat mempercepat peningkatan jumlah trombosit tanpa disertai efek samping yang berarti, misalnya sembelit. Penelitian open label ini masih perlu dilanjutkan dengan uji klinik untuk membuktikan khasiat dengan evidence based yang lebih kuat.

Pengamatan lain yang sedang dikerjakan dalam penelitian ini adalah pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap sekresi GM-CSF dan IL-11 untuk mengetahui mekanisme kerjanya pada trombopoiesis. Juga terhadap aktivitas sistem komplemen dan sekresi TNF-Alfa olehmonosit dalam hubungannya dengan mekanisme penurunan permeabilitas pembuluh darah.

Pada tahun 2004 akan dilakukan uji klinik di RSUD Dr Soetomo Surabaya/FK Unair, yang akan dipimpin oleh Prof Dr dr Sugeng Sugijanto DSA yang dibantu dr M Nasirudin dengan Dr Ugrasena untuk pasien DBD anak dan Prof dr Edy Soewandojo SpPD untuk pasien DBD dewasa.

Badan POM dalam waktu dekat juga akan melakukan kajian-kajian intensif dengan para pakar untuk mendukung tata laksana yang sekarang ini ada. Sampurno optimis karena daun jambu biji bahan bakunya sangat mudah diperoleh dan proses teknologinya sederhana.

Minggu, 23 Maret 2008

Demam Berdarah

Sehubungan dengan merebaknya penyakit Demam Berdarah, ini ada ramuan tradisional yang katanya dapat menyembuhkan demam berdarah walaupun saya sendiri belum pernah mencobanya tapi ramuan ini patut dicoba, karena tidak ada efek samping yang negatif.

Bahan :

  • 1 buah Daun Pepaya (*)
  • 1 genggam pohon meniran (kurang lebih 5 - 6 pohon) (*) banyak tumbuh ditempat yang lembab,daunnya mirip daun duri yang ketika tersentuh kemudian menutup, tapi dibalik daun itu ada bintik bintik sebesar menir (beras)
  • 1 ruas (ibu jari) temu ireng(*)
  • 1 ruas (ibu jari) kunyit kuning (*)
  • 1 ujung sendok teh garam dapur
  • air matang 500 ml

Fungsi masing masing ramuan.
1. Daun pepaya, untuk membunuh virus
2. Kunyit sebagai anti biotik
3. Temu ireng menyembuhkan luka lambung, sekaligus menaikkan nafsu makan
4. Daun meniran untuk menaikkan trombosit.
5. Garam untuk menaikkan tekanan darah.

Cara pembuatan :

Semua bahan dicuci bersih, lalu (*) ditumbuk, Air matang dituang kedalam hasil tumbukan Hasil tumbukan diperas Sarinya ditampung di tempat yang bersih dan diberi garam dapur Aduk garam dapur sampai larut, Ramuan ini diminum sehari 3 kali sesudah makan.

500 ml ramuan cukup untuk 3 kali minum, jangan lupa sediakan segelasair putih yang langsung diminum setelah meminum ramuan ini, karena ramuanini rasanya pahit sekali dan asin juga agak berbau.

Efek sampingan dari ramuan diatas :
penderita sakit akan merasa haussekali dan lapar sekali sesaat setelah meminum ramuan ini.

Bila anda hanya ingin menambah jumlah trombosit di dalam tubuh anda, anda juga bisa membuat ramuan berikut ini :

2 sendok makan angkak (seperti beras atau ketan yg berwarna merahdan biasanya tersedia di pasar atau di supermarket deretan bumbu-bumbu Cina)

  • 2 gelas air Rebus sampai mendidih dan menjadi hanya 1 gelas.
  • Dinginkan lalu minum

Atau ramuan diatas tanpa pohon meniran : daun pepaya, kunyit kuning,kunyit hitam, garam dan air

semoga ramuan ini bermanfaat bagi anda semua